Blitar Kota – Untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan pengesahan warga baru dari salah satu perguruan silat, Polres Blitar Kota bersama unsur gabungan mengerahkan sekitar 750 personel dalam operasi pengamanan terpadu.
Langkah ini merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi kerawanan sosial yang sering muncul selama proses pengesahan silat, terutama pada mobilisasi massa dan konvoi dari luar kota yang melintasi wilayah Blitar Kota dan sekitarnya.
Wakapolres Blitar Kota, Kompol Subiyantana, menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum dan gangguan ketertiban masyarakat.
“Kami sudah siapkan personel di jalur-jalur masuk, titik keramaian, hingga lokasi inti kegiatan. Tidak ada toleransi untuk tindakan anarkis atau konvoi yang membahayakan pengguna jalan lain,” tegasnya saat apel pasukan.
Pengamanan tidak hanya dilakukan di lokasi pengesahan seperti Gedung Serbaguna, Garum, dan Kanigoro, namun juga mencakup 27 titik penyekatan yang tersebar di wilayah rawan gesekan antar massa.
Selain personel kepolisian, unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga tim pengamanan dari internal perguruan (Pamter) turut dilibatkan. Posko pemantauan dan tim patroli gabungan juga dibentuk sebagai respons cepat jika ditemukan indikasi gangguan keamanan.
Pihak kepolisian juga mengingatkan kepada para penggembira maupun peserta pengesahan agar menaati aturan yang berlaku dan tidak membawa atribut yang memancing provokasi.
“Kegiatan keagamaan dan kebudayaan seperti ini seharusnya menjadi momen yang damai dan tertib. Mari kita jaga bersama,” pungkas Wakapolres.
Masyarakat diminta tetap tenang dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing selama masa pengesahan berlangsung.

0 Komentar